Selasa, 12 April 2011

Pertemuan Kelima

SISTEM OPERASI JARINGAN

Sistem operasi jaringan merupakan sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan yang didesain terutama untuk mendukung printer sharing, common file system dan database sharing, application sharing dan kemampuan untuk me-manage suatu network name directory, system keamanan, dan pengawasan segala aspek jaringan.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Perangkat lunak dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkatutama, yaitu:
• Perangkat lunak sistem operasi jaringan.
• Sistem aplikasi yang digunakan untuk bekerja
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
  • Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT, Win Vista)
  • Unix
  • San Solaris
  • Linux Series (Redhat, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix)
  • Mac, dan lain sebagainya.
Masing-masing sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa kategori yang sebagai prasyarat untuk memilih Network Operating System (NOS) yang sesuai kebutuhan sebagai berikut :
a. Architecture
Perusahaan-perusahaan yang memiliki beban kerja yang dinamis perlu memperhatikan arsitektur NOS
b. Scalability
Beberapa hal pertimbangan pemilihan NOS untuk mendukung skala usaha yang menggunakan NOS
c. Availability dan Reliability
Memiliki fitur file locking, mendukung RAID (Redudant Arrays of Inexpensive Disk), berbagai tipe dari pengalihan kegagalan pada klien (client failover) ketika suatu server mengalami kegagalan dan mendukung konfigurasi fault-tolerant hardware. ini semua merupakan hal yang penting untuk perusahaan yang mengandalkan jaringan sebagai bagian kritis dari operasi bisnis harian mereka.
d. Clients supported
Kebanyakan perusahaan memiliki berbagai macam operating sistem di setiap dekstopnya diantaranya: DOS, DOS/Windows, Windows for Workgroup, Windows 95/98, Windows NT Workstation, Macintosh, OS/2 dan Unix serta peralatan-peralatan seperti terminal X-Windows, terminal character cell(teller terminal, point of sale devices dll). Suatu NOS harus dapat mendukung semua hal di atas.
e. Network Printing
Printing merupakan salah satu dari fungsi-fungsi utama dari NOS. Perusahaan harus dapat mengetahui jawaban dari beberapa hal berikut dalam memilih NOS :
Berapa jumlah printer yang mampu didukung setiap server
Printer banyak Dapat dikendalikan oleh satu antrian print
Dapatkah banyak antrian print mengendalikan satu printer
Dapatkah NOS membangkitkan sinyal alarm ke operator jika timbul masalah ketika mencetak
Dapatkah NOS memberitahu pemakai apabila tugas pencetakan telah selesai
Dapatkah fungsi pencetakan di-manage dari jauh
f. Network Media
Berbagai tipe media jaringan telah banyak digunakan dalam perusahaan seperti media Ethernet, Token Ring, asynchronous dan synchronous telephone lines, Packet Switched Data Networks(PSDN) seperti X.25, fiber optic dan Integrated Services Digital Network (ISDN). Tanpa kemampuan dukungan terhadap semua hal di atas maka sangat sukar bagi suatu perusahaan untuk membangun infrastuktur jaringan yang paling optimal untuk kebutuhan jaringannya.
g. Network Protocols
Pemilihan NOS harus mempertimbangkan kompatibilitas antara protocol jaringan yang digunakan dengan NOS yang meliputi 3270 dan asynchronous terminal emulation, AppleTalk filing protocol (AFP), TCP/IP, Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), SNA, SNA LU6.2, SNA Advanced Program-to-Program Communication (APPC), File Transfer Protocol (FTP), Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX), NetWare file services, NetWare print services, NetBIOS, dan NetBEUI. Kategori ini juga mempertimbangkan apakah akses client ke server melalui suatu saluran asynchronous, PSDN, Internet atau ISDN.
h. Network Services
Kategori ini untuk mengevaluasi platform NOS untuk menentukan apakah NOS tersebut menyediakan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk directory services yang mengijinkan user mengakses layanan jaringan tanpa perlu mengetahui alamat jaringan, layanan keamanan yang mengontrol akses ke fungsi-fungsi directory management dan menentukan apakah NOS mendukung tool-tool dan layanan-layanan yang sudah dispesifikasikan oleh Dekstop Management Task Force (DMTF).
i. Server Management
Memastikan ketersediaan tool untuk me-manage platform NOS, termasuk audit trail functions, file management, user account management, error reporting, dan server performance reporting. Perusahaan memerlukan informasi ini untuk peng-administrasian NOS platform.
j. Security
Mengevaluasi kesesuaian standar platform NOS, dukungan terhadap access control list, disk quotas, automatic discovery dan management dari penyusup, dukungan terhadap callback modem, dukungan terhadap security management system seperti Kerberos, dan apakah encryption services tersedia.
k. Functionality/Utility
Proses konsolidasi server-server fungsi tunggal ke dalam server-server multi fungsi harus mengevaluasi insfrastruktur platform NOS. Suatu operating system fungsi tunggal dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi untuk layanan file dan print namun memerlukan dukungan operating system lain untuk sebagai platform layanan aplikasi. Suatu general purpose operating system dapat mendukung mutlifunctions server sehingga dapat mengurangi management dan biaya sistem.
l. Application development tools
NOS platform harus dapat mendukung layanan aplikasi sebaik dukungan terhadap layanan file dan print. Kategori ini meninjau ketersediaan dari third generation language (3GLs), fourth generation language (4GLs), object oriented development tools dan tool untuk team programming di setiap NOS paltform.
m. Data access
NOS platform harus dapat mendukung aplikasi-aplikasi yang lebih kompleks sehingga harus juga mendukung file access methode dan indexed file access method. Kategori ini mengevaluasi dukungan NOS platform untuk file services.
n. Database support
Software database biasanya merupakan bagian dari infrastuktur distributed applications. Kategori ini mengevaluasi software database yang tersedia pada setiap NOS platform.
o. Applications
Kategori ini untuk mengevaluasi layanan aplikasi apa saja yang tersedia pada setiap NOS platform seperti mail client, mail server, word proccessing client, spreadsheet

Sabtu, 12 Maret 2011

Pertemuan Keempat

MEDIA TRANSMISI
 
Media transmisi adalah alat penyampai informasi dari sumber informasi (komunikator) ke penerima informasi (komunikan)  


Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. 
 
Berdasarkan Bentuk fisik, dikenal 2 macam media transmisi :
  1. Saluran Fisik : dapat dilihat dan diraba keberadaannya.Disebut juga media guided, karena ada yang mengarahkan, dalam hal ini kabel. Media dengan saluran atau jaringan kabel dinamakan wireline
  2. Saluran Non Fisik : tidak dapat dilihat dan diraba keberadaannya.Disebut juga media unguided, karena tidak ada yang mengarahkan.Biasanya berupa media udara.Gelombang yang digunakan adalah gelombang radio (frekuensi lebih tinggi dari media fisik). Media dengan saluran non fisik dinamakan wireless
    Berdasarkan cara pemasangannya, bentuk fisik tediri dari jaringan atas tanah dan jaringan bawah tanah.
    Sekarang kita bahas jaringan atas tanah :
    1. OPEN WIRE
     Berupa kawat tanpa pembungkus
     Digunakan untuk saluran penghubung antara pesawat telepon pelanggan dengan sentral telepon, terutama di kota kecil yg pelanggannya msh sedikit.
     Saluran openwire ini juga masih digunakan sebagai saluran penghubung antara kota kecamatan dan ibukota Kabupaten.

    2. ISOLATED CABLE
     Berupa kumpulan urat-urat kabel tembaga (metal) yang terbungkus dengan bahan isolator, tersusun dalam unit pasangan (pair unit) atau unit dua pasangan (unit quad) yang terdapat dalam satu selubung kabel.
     Dipakai sebagai saluran penghubung antara pesawat telepon/fax/telex pelanggan ke sentral telepon.
     Kabel isolated ini dipasang dengan cara digantung pada tiang telepon, disebut juga kabel gantung (overhead cable) atau Drop wire.
     Pemberian bahan isolasi pada kabel dimaksudkan untuk menghindarkan kabel dari korosi (karat), petir, gangguan listrik.
     Sebuah drop wire, tersusun atas lima macam kode warna, yaitu :
    a. Biru - merah
    b. kuning - putih
    c. hijau - putih
    d. coklat - putih
    e. hitam – merah

    3. OPTICAL FIBER
     Kabel serat optik dibuat dari serat-serat kaca yang sangat tipis (lihat gambar).
     Cara transmisi informasi di dalam kabel ini berbeda dengan kabel-kabel sebelumnya, dimana sinyal-sinyal informasi listrik diubah menjadi sinyal cahaya. Sinyal cahaya yang melalui kabel serat optik mempunyai kecepatan yang sangat tinggi
     Kabel ini digunakan pada kota-kota besar yang padat lalu lintas lekomunikasinya.


    JENIS-JENIS KABEL
    Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi
    data pada jaringan :
    – Koaksial
    – STP
    – UTPKabel Koaksial

    a. Koaksial
     Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV, dan disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector).
     Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah. Dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.
     Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). (termasuk terminatornya).
     Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor.

    b. Twisted Pair
    Twisted Pair terdiri dari dua jenis :
    • Shielded Twisted Pair (STP)
    • Unshielded Twisted Pair (UTP)

    STP
    Kabel STP memiliki kabel pelindung untuk menghindari derau dan perlindungan terhadap cuaca udara di luar gedung
    • Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar
    • Kekurangannya adalahmahal , susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m

    Kabel UTP
    • UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah jenis kabel yang terdiri dari dua kawat tak terbungkus yang berpilin
    • Keuntungan menggunakan kabel UTP adalahmurah dan mudah diinstalasi
    •Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik,dan jarak jangkauannya hanya 100m

    Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
     Kategori 1 (Cat-1).
    Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
     Kategori 2 (Cat-2).
    Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistemPBX dan sistemAlarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
     Kategori 3 (Cat-3).
    Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 O dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
     Kategori 4 (Cat-4).
    Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
     Kategori 5 (Cat-5).
    Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.

Kamis, 10 Maret 2011

TUGAS



Perbedaan Manageble Switch, Switch dan Hub
Manageble switch fungsinya sama dengan switch biasa namun ada kelebihannya dibanding dengan switch biasa, perbedaan yang paling mendasar antara manageble switch dan switch biasa yaitu pada manageble switch seperti pada sebutannya yaitu bisa di manage (setting) sedang switch biasa biasanya hanya langsung pakai saja ( Langsung tancap ) dan tidak terlalu dipusingkan dengan setting lainnya, sehingga dengan begitu switch biasa lebih mudah dalam pemasangan dan penggunaannya namun disamping itu switch biasa mempunyai kekurangan salah satunya yaitu apabila terjadi terjadi masalah dengan jaringan maka tidak bisa melakukan troubleshooting dengan mudah karena memang switch tersebut tidak bisa diapa-apakan.

Perbedaan Hub dengan switch :
Sebenarnya fungsi kedua alat ini sama yaitu untuk menghubungkan beberapa alat atau komputer untuk membentuk LAN namun ada perbedaan yaitu dalam prosesnya.
Dengan menggunakan Hub, ketika mengirimkan paket data melalui salah satu port pada hub maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim kesemua port lainnya dan jika pada saat bersamaan jika pada jalur yang akan dilalui sedang ada pengiriman yang lain maka kemungkinan akan terjadi collision atau tabrakan, berbeda dengan switch, switch pada saat pengiriman data mengikuti MAC address pada Network Interface Card (NIC) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket data tersebut akan diterima dan tidak mengirimkannya kepada semua port melainkan hanya kepada port yang dituju.

Sabtu, 26 Februari 2011

Pertemuan Pertama

         

                                                               Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.

  • Komputer
 Terdiri dari :
a. Komputer server
b. Komputer client

  • Jaringan Komputer
Sedangkan komponen jaringan komputer tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
  1. Komponen Hardware
          Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel dan topologi jaringan.

     2.  Komponen Software
          Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.






KOMPONEN MOTHERBOARD

Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE. 

pro2.gifpro1.gif  



RISC VS CISC
         
RISC VS CISC
=STEFANUS SOEHONO – 13203055=
Saat ini perbandingan keunggulan antara RISC dan CISC masih terus berlanjut dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara umum perbedaan antara keduanya dapat terlihat pada tabel di bawah ini:
FeatureLow Power RISCPC/Desktop CISC
PowerA few hundreds of milliwattsMany watts
Compute Speed200-520 Mega Hz2-5 Giga Hz
Memory ManagementDirect, 32 bitMapped
I/OCustom, any sort of hardwarePC based options via a BIOS
CostDollarsTens to hundreds of Dollars
EnvironmentalHigh Temp, Low EM EmissionsNeeds Fans, FCC/CE approval an issue
Interrupt StructureCustom, efficient, very fastPC-like
Operating System PortDifficult, requires low-level BSP. Roughly equivalent to making a Mac OS run on a SPARC StationLoad and Go- simplified by an industry standard BIOS

Kamis, 06 Januari 2011

Pakcet Tracer - Jaringan dalam Kota

Lab 10.0.2.2 Finding the Right Networking Job

Step 1: Perform a Skills Strength and Interest Assessment
Several career paths are available for individuals interested in an IT career. If you have not already
participated in a strength and interest assessment, or if you have not yet determined which career path is of interest to you, research some of the tools available. They can help provide a starting point for an IT career selection. There are many resources available – the list below is only a small sampling.
Resources available:
  • Secondary school guidance departments and local college career departments can provide helpful information.
  • Public libraries or websites, such as amazon.com, offer books on researching career choices and skill strength assessments such as: Information Technology Jobs in America [2007] Corporate & Government Career Guide (Paperback) by Info Tech Employment (Editor), Discover What You’re Best At by Linda Gale, The IT Career Builder’s Toolkit by Matthew Moran
  • Company websites offering a mix of free and fee related services, such as:
Promoting IT Careers: Virtual Field Trips –
http://www.cisco.com/web/learning/netacad/career_connection/promoteIT/VFT/index.html
Cisco Networking Academy Career Connection – http://cc.netacad.net/home.do#
CompTIA TechCareer Compass – http://tcc.comptia.org/default.aspx
CyberCareers for the Net Generation – http://www.cybercareers.org/students/itcareercenter/
Quintcareers – http://www.quintcareers.com/student.html
During your search, remember that many IT careers are not limited to IT Companies, but may be associated with the Education, Healthcare, Finance, or Manufacturing industries.
a. Use one of the resources above or similar resources to research possible career choices in the
networking field. For example, in addition to identifying skill strengths, the CompTIA TechCareer Compass site has a page via the Explore Job Roles link (http://tcc.comptia.org/job_roles.aspx) that allows you to search for a job based on a job title or job criteria. If you are not sure of a job title, the Search Using JobConcentrations section of that page lists job roles that are divided into three areas: Administration, Development, and Integration. Clicking one of the three areas displays a list of job titles. You can then click any title to see a description of critical job functions, compare your skill strengths with the position requirements, and identify the certifications required for the job.
b. Select one of the job titles that is of interest to you as a possible career path.

Step 2: Search a job website for a possible IT position
After identifying a possible career position, search one of the many job sites available. If you are interested in experiencing other cultures or are willing to travel, consider employment opportunities outside your state and country. Internship offerings may also be available.
Some possible job sites to use to search include:
http://www.cisco.apply2jobs.com/index.cfm
www.monster.com
www.jobing.com

Step 3: Create a résumé and cover letter
a. When a potential job has been found, create a cover letter and résumé that you can use to apply for the position. Print the job description and use it as your guide for creating a customized résumé and cover letter. If the selected job description requests a particular form of résumé, be sure to create your résumé in that format. For example, some jobs require that résumés be submitted via a website only, while others require a paper copy submission. There are many free resources available to assist with the creation of the résumé and cover letter. The websites listed below offer tutorials or information related to writing a résumé and cover letter.
b. After your cover letter and résumé are complete, submit them and the job description to your instructor.

Step 4: Reflection
What other areas related to applying for a job are not covered in this particular lab?
  • Interviews: types of interviews that can be conducted, potential questions asked in interviews, preparing for an interview
  • wawancara : tipe wawancara, pertanyaan berbobot yang ditanyakan saat interview, persiapan wawancara
  • negosiasi mengenai gaji dan keuntungan yang didapat

Lab 9.4.2 Presenting the Project Proposal

Task 1: Prepare for the Presentation

Step 1: Review the content
a. Ensure that your presentation is complete.
b. Review the content to ensure that there are no technical errors.
c. Rehearse the presentation to become familiar with the flow of the content and develop a sense of the timing required.

Step 2: Prepare for questions
Your presentation may seem complete and clear to you, but to others there may be points that need clarifying or that contain too much information.
Read through your presentation as if seeing it for the first time, Note the points that you would ask questions about. Remind yourself that you will not be able to prepare for every possible question.

Step 3: Prepare yourself
Your instructor will advise you on the details (time. location, audience) of the presentation class. On the day of the presentation, try to observe the following guidelines:
a. If possible, and appropriate, wear professional attire.
b. Try not to be too nervous. The other students in your class are probably feeling the same as you are.
c. If other students are presenting before or after you, give them your attention and participate in the class. Do not think too much about your presentation but focus instead on what is happening in the class.


Task 2: Deliver the Presentation

Step 1: Submit your portfolio and proposal
a. Submit your portfolio and proposal to your instructor before delivering the presentation.

Step 2: Begin the presentation
a. Introduce yourself.
b. Deliver the presentation, using your portfolio and a slide presentation such as PowerPoint.
  • Speak slowly and clearly.
  • Stay with your slide sequence. A common mistake is to introduce material and then continue to talk about it in detail without advancing from the general overview slide for that topic to the detailed slides that follow.
c. Demonstrate that you know the content of the proposal and sell it as the one that the customer should adopt.
d. Be prepared to respond to questions from the instructors and students.

Step 3: Conclude the presentation
a. Invite any final questions from the audience.
b. Finish your presentation by assuring the audience that your proposal meets their requirements and thank them for the opportunity to present it.